Dari visi pembangunan yang disusunnya sebelum terpilih sebagai walikota Bontang periode pertama tahun 2016, jelas tergambar bahwa bunda Neni menginginkan agar Bontang yang di pimpinnya menjadi kota yang cerdas atau smart city. Hal ini di tindak lanjuti dengan berbagai langkah konkret seperti membangun “Command Centre” yang terletak pada kantor walikota yang lama di jalan Awang Long. Sarana ini di dukung dengan CCTV yang tersebar pada posisi-posisi stratergi dengan aplikasi tambahan berupa “inteligent transportation system”.

Dalam sistem ini di kembangkan konsep enam dimensi yang meliputi Kehidupan pintar (smart living), masyarakat pintar (smart people), ekonomi pintar (smart economy) dan pemerintahan yang pintar (smart governance). Dengan adanya command centre, walikota akan lebih mudah melakukan monitoring tingkat sosial masyarakat, kontrol wilayah yang rawan bencana. Bahkan sistem ini bisa terintegrasi dengan command centre yang dimiliki oleh Polres Bontang khususnya akses CCTV untuk memonitor tingkat kriminalitas,kondisi lalu lintas, kemacetan dan lain-lain.

Keberhasilan walikota dalam membangun sistem ini, merupakan salah satu prestasi atau inovasi positif yang dinilai oleh pemerintah pusat, sehingga bunda Neni memperoleh penghargaan karena keberhasilannya menjadikan Bontang satu di antara 100 smart city di Indonesia. Bahkan lebih hebat lagi, Bontang masuk sebagai 10 terbaik rating kota cerdas. Komitmen untuk membangun kota cerdas, tergambar dari pelayanan yang seluruhnya mengarah kepada pelayanan elektronik mulai dari tender pengadaan barang dan jasa, pelayanan kesehatan dan pendidikan, termasuk membangun internet di kawasan pesisir agar masyarakat tidak terisolasi uatamnya dari informasi terkini yang perlu mereka ketahui.